Ditinggal pekerja las, gedung film di Otista Raya terbakar

W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Gedung Pengendalian Mutu milik Perum Produksi Film Negara (PPFN) di Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dugaan sementara api berasal dari percikan las karbit dari pekerja yang sedang memugar gedung tersebut.

Humas PPFN, Fetty Shinta menuturkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Menurut keterangan saksi, api bermula dari lantai 1 lalu menyambar ke lantai 3 dan membakar bahan yang mudah terbakar seperti kayu-kayu dan tempat duduk berbahan busa.

“Kondisi gedung kosong saat kejadian. Begitu api membesar saya meminta untuk mematikan listrik. Memang lagi ada pemugaran,” kata Fetty, saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (11/4)

Dikatakan Fetty, dua minggu terakhir gedung tersebut sedang dibongkar para pemborong. Nantinya di atas lahan gedung itu akan digunakan sebagai area komersil.

“Memang sedang ada pembongkaran. Kami minta waktu kepada pemborong untuk menyelesaikan dalam waktu 60 hari dan sekarang sudah berjalan dua minggu. Nantinya gedung ini akan dibangun area komersil seperti kafe dan lainnya,” ungkap Fetty.

Sementara itu, Kasie Operasi Sudin Damkar dan PB Jakarta Timur Mulyanto mengatakan, diduga penyebab kebakaran dari las karbit yang sedang dikerjakan pekerja. Lalu percikannya terkena benda mudah terbakar seperti busa. Sebab, tidak ada aliran listrik di gedung tersebut. Sebanyak 13 mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.

“Kebakaran karena las karbit dari pekerja. Di dalam gedung ada kursi, busa, dan lainnya membuat api mudah merembet,” kata Moelyanto.

Moelyanto mengatakan, pihaknya menurunkan sekitar 13 mobil pemadam ke lokasi kejadian. Api berhasil dipadamkan sekitar setengah jam kemudian. Peristiwa kebakaran ini menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Otista Raya macet parah terutama dari arah Kampung Melayu menuju Kramat Jati.

“Untungnya petugas kami cepat turun, dan lokasi juga tidak jauh dari markas kami,” ujarnya.