Dua Balita Tewas dalam Kebakaran di Bekasi

W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

eristiwa kebakaran menelan korban jiwa kembali terjadi di Kabupaten Bekasi. Kali ini dua bayi di bawah lima tahun tewas terpanggang, sedangkan ibunya kritis, Rabu, 19 Maret 2014. Para korban terperangkap api yang membakar toko furnitur Bintang Makmur di Jalan H. Nausan, Kampung Gabus Pabrik, RT 04 RW 01, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara.

Korban tewas teridentifikasi, yakni Sheren Evelyn Angela, 5 tahun, dan Tiffany Caroline Jeanete, 3 tahun. Sedangkan ibunya, Monalisa, 34 tahun, kini kritis di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi. “Kami masih menyelidiki penyebab kebakaran,” kata Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bekasi, Ajun Komisaris Suwardi, Rabu, 19 Maret 2014.

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tersebut baru diketahui setelah pemilik toko, Tjong Kiet Khiong, 38 tahun, pulang dari mengantar dua anaknya sekolah di bilangan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, sekitar pukul 07.30 WIB. Tjong Kiet Khiong kaget karena terdapat kepulan asap tebal dari dalam ketika dia membuka pintu.

“Dia langsung masuk ke dalam, tetapi pintu kamar terkunci,” kata saksi, Pangi, 45 tahun. Tjong Kiet Khiong langsung meminta bantuan kepada warga. Warga sendiri mengaku tak mengetahui kebakaran tersebut karena tak terlihat percikan api dari rumah sekaligus tempat usaha itu.

“Kami membantu mendobrak. Di dalam dua balita sudah meninggal dunia,” ujar dia. Sedangkan, korban selamat, Monalisa, langsung dilarikan ke RSUD Kota Bekasi untuk mendapatkan pertolongan. Tak lama kemudian, petugas pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupaten Bekasi tiba di lokasi. Sisa kebakaran pun dipadamkan.

Penyidik masih menunggu hasil tim Pusat Laboratorium Foreksik Markas Besar Kepolisian untuk memastikan penyebab kebakaran. “Kami tidak bisa menduga-duga. Untuk memastikan, tunggu hasil dari Puslabfor,” ujar Kepala Polresta Bekasi, Komisaris Besar Ujiarto Isnaeni.